Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dakwah Islam

Akhlaq

Benar sekali bahwa Rasulullah SAW pemimpin umat, bahkan statusnya kepala negara. Inilah kurun paling baik yang pernah  dialami umat Islam. Namun ternyata Allah tidak lama memberikan kesempatan kepada beliau untuk jadi pemimpin. Sebab beliau memang tidak didesain untuk jadi pemimpin terus menerus. Bukan apa-apa, sebab tugas utama beliau bukan sekedar jadi kepala negara. Yang jadi kepala negara bisa siapa saja, bisa Abu Bakar, Umar, Ustman atau Ali. Bahkan bisa saja orang lain lagi. Tapi yang jadi tugas utama Rasulullah SAW adalah bagaimana membina akhlaq, moral, nilai-nilai syariah dan mental umatnya. Mau sehebat apapun pemimpinnya, kalau moral rakyatnya rendah, akan percuma saja.   Boleh saja kita kagum pada pemimpin Singapura yang berhasil menjadikan kota itu bersih, aman, nyaman, indah dst. Tetapi belum tentu pemimpin mereka berhasil melakukan hal yang sama pada Indonesia. Kenapa? Karena memimpin negara dengan penduduk 4 jutaan yang sudah punya kesadar...

Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang!

Gambar
Oleh : Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA Salah satu yang membuat kita berdecak kagum kepada sejarah umat Islam dalam masa-masa khilafah Islamiyah adalah persembahan yang diberikan tiap khilafah itu kepada umat manusia. Salah satu persembahan yang utama adalah jaminan pendidikan dan kesehatan buat semua orang, bukan hanya umat Islam, tetapi semua pemeluk agama. Perguruan Tinggi di dunia Islam sejak dulu tidak pernah memungut bayaran dari para mahasiswanya. Sebaliknya, semua mahasiswa malah mendapatkan gaji dan tunjangan dari kampusnya. Baik kampus itu milik negara atau pun milik swasta. Maka tidak heran kalau dunia pendidikan saat itu sangat maju dan berkualitas. Sebab semua orang yang ingin belajar, mendapatkan bantuan dari semua pihak. Bukan saja dari negara, tapi dari semua elemen masyarakat. Dan gratisnya pendidikan adalah ciri sebuah khilafah Islamiyah. Kalau hari ini ada keinginan untuk mengembalikan lagi khilafah, rasanya sangat tepat kalau ciri-ciri itu kita mulai lebih dah...

Tentang Bom Buku & JIL

Gambar
Oleh : Ustad Ahmad Sarwat Lc. MA “Ustadz, punya buku yang judulnya : Mereka Harus Dibunuh, nggak?” Begitu suara di seberang telepon sana. “Ha? Buku apa?”, begitu jawab saya tidak nyambung. “Itu lho buku yang dikirim ke Ulil yang ternyata isinya bom, emang ustadz nggak liat tivi?”.  ”Waduh, boro-boro punya, lha wong dengernya aja baru tumben”, begitu jawab saya. “ Tetapi kenapa emangnya ente tanya buku itu?”, saya tanya lagi. “Begini ustadz, saya mau tanya, apa orang-orang yang sering menginjak-injak agama Islam, lalu mengkampanyekan pluralisme kayak si Ulil itu halal darahnya?”, begitu si penanya bertanya lagi. “Ealah, pertanyaan kok kayak gini. Emang nggak ada pertanyaan yang lain? Tentang wudhu kek, tayammum kek, atau shalat jenazah gitu”. “Bukan apa-apa ustadz, tapi saya juga sering ditanya kayak gitu. Apa halal darahnya si Ulil? Kalau halal, berarti kita boleh kirim bom biar mati?” Astaghfirullah, spontan saya kaget dengan pertanyaan bernada menghuja...

Dua Kesalahan panitian Penyembelihan Hewan Qurban

Gambar
Oleh : Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA. Setidaknya ada dua kesalahan yang sangat fatal namun seringkali justru dilakukan berulang-ulang dari tahun ke tahun oleh para panitia penyembelihan hewan udhiyah . Kesalahan pertama adalah menjual sebagian dari hasil sembelihan qurban. Hukum dasarnya haram, dengan pengecualian dalam kasus tertentu. Kesalahan kedua adalah kebiasaan memberi upah pada jagal dari hasil sembelihan qurban. Berikut penjelasannya. KESALAHAN PERTAMA : MENJUAL DAGING UDHIYAH Yang dilarang sebenarnya bukan hanya menjual dagingnya, tetapi semua yang termasuk bagian dari tubuh hewan udhiyah hukumnya tidak boleh diperjual-belikan. Sayangnya, justru kita sering kali menyaksikan bahwa kulit, wol, rambut, kepala, kaki, tulang dan bagian lainnya, diperjual-belikan oleh panitia. Mungkin tujuannya baik, yaitu untuk membiayai proses penyembelihan, bukan untuk dijadikan keuntungan atau upah. Namun larangan menjual bagian-bagian tubuh itu bersifat mutlak, tidak berubah menjadi...

Dahsyatnya Umat Islam

Gambar
Oleh : Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA. Siapa bilang umat Islam itu lemah dan tidak berdaya? Siapa bilang umat Islam tidak punya kekuatan untuk menekan dan mengubah merah biru wajah negara? Salah satu bukti betapa perkasanya umat Islam di negeri ini adalah fenomena lebaran dan pulang mudik. Umat Islam di Indonesia ini sebenarnya sangat gagah perkasa. Kalau sudah punya keinginan dan hajat, tidak ada satu pun kekuatan yang bisa menghalanginya. Kalau kita cermati, acara lebaran dan mudik yang menjadi ritual tahunan ini berlangsung benar-benar dahsyat. Setidaknya, meski pemerintah hanya menetapkan libur resmi dua hari (seperti tertera pada kalender), tapi dalam kenyataannya nyaris libur mudik lebaran ini bisa sampai setengah bulan. Sejak H-7 sudah terjadi arus mudik, dan masih ada arus balik setidaknya sampai H+7. Kita tidak bisa membayangkan kalau lebaran dan mudik itu benar-benar hanya diberi jatah 2 hari libur secara ketat. Mungkin akan terjadi chaos dan revolusi massal. P...

Pekerjaan Rumah Besar Ummat Islam

Oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. MA. Menjadi umat Islam di Indonesia, kita punya seabreg pe-e r besar yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah : 1.        KURANGNYA ILMU AGAMA Kurangnya ilmu adalah dasar dari semua probelmatika umat Islam, bukan cuma di Indonesia saja, tetapi hampir merasa di seluruh dunia. Munculnya begitu banyak aliran pemikiran yang aneh-aneh sebenarnya berangkat dari kurangnya kadar ilmu yang dimiliki umat Islam. Meski jumlah menara masjid tiap hari selalu bertambah, tetapi isi masjid-masjid kita hanya sekedar orang shalat dan dzikir saja. Ada pun halaqah keilmuwan sebagaimana yang terjadi di masa lalu, nyaris sudah tidak lagi kita temukan. Umat Islam boleh dibilang lebih mengutamakan ibadah ritual dari pada menjunjung tinggi keilmuan. Akibatnya banyak orang beribadah dan beramal tapi tidak didukung dengan ilmu yang mencukupi. Kalau baru sampai disitu, mungkin resikonya belum terlalu parah. Tetapi kalau mereka yang kurang...