Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fikih

Musafir : Menjamak Sholat Jumat dan Sholat Asar

Gambar
Wed, 09 Jan 2013 10:06 – 184 Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mohon curahan ilmu ustadz, pertanyaan saya sederhana tapi agak mengusik rasa ingin tahu. Bolehkah kita sebagai musafir yang berhak menjamak shalat, menjamak shalat Ashar di hari Jumat, dimana sebagai musafir kita ikut shalat Jumat, lalu setelah shalat Jumat itu kita menarik shalat Ashar di waktu Dzhuhur. Mohon penjelasan, karena nampaknya saya menemukan jawaban yang tidak seragam. Syukran jazila, ustadz. Wassalam Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pada dasarnya para ulama sepakat bahwa seorang musafir tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat, dan untuk itu dia cukup mengerjakan shalat Dzhuhur saja. Dan para ulama juga sepakat bahwa bila seorang musafir dalam perjalanannya mampir di suatu masjid yang sedang berlangsung shalat Jumat lalu ikut dalam shalat Jumat itu, maka kewajibannya untuk shalat Dzhuhur menjadi gugur. Namun yang menarik adalah pertanyaan...

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Nonmuslim

Assalamualaikum. Wr. Wb. Pak ustadz saya mau tanya, saya pernah membaca sebuah artikel tentang haramnya hukum mengatakan "Selamat Natal" kepada umat kristiani. Karena dijelaskan di situ bahwa kalau kita mengucapkan itu kita mengakui akan adanya trinitas dan sebagainya, Bagaimana menurut pandangan pak Ustadz ? Terima kasih . Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ucapan selamat natal oleh banyak kalangan memang diharamkan, bahkan sampai ada yang mengirim SMS kepada kami dengan kalimat pembuka: “INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN: saya denger dari Elshinta si fulantelah mengucapkan ucapan selamat natal... ” Menurut pengirim SMS itu, ucapan selamat natal itu kontra produktif dengan fatwa MUI tahun 1984. Sikap kami sendiri tentu juga tidak mengucapkan selamat natal kepada para pemeluk agama kristiani. Selain ada fatwa yang mengharamkannya, juga mengucapkannya saat ini jadi akan salah waktu. Sebab Nabi Isa 'alaihissalam tidak lahir pada tangg...

Dzikir Ratib Al Haddad

Gambar
Pertanyaan Assalamualaikum wr wb Pada waktu SMA dan aktif di Sie Kerohanian Islam saya dikenalkan dengan ratib Al-Haddad yang dibaca setiap Jumat bakda Maghrib. Saya merasa menyatu denganyna hingga saya ditunjuk teman-teman untuk memimpin pembacaan ratib. Terlepas dari itu semua, background ke islaman saya adalah Muhammadiyah jadi sering kali ketika saya membaca rotib sendiri di rumah, saya tdk melakukan tawasulan. Mohon tanggapan dari para ust pengasuh, mengingat sepertinya ratib Al-Haddad sudah mendarah daging pada diri saya, disisi lain saya kurang setuju dgn tawasulan (tapi saya tdk pernah mempermasalahkan bagi pengamal tawasul). Jazakumulloh khoir. Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Orang-orang Muhammadiyah biasanya memang tidak punya kebiasaan membaca dzikir-dzikir semacam ratib Haddad. Sehingga kalau ada anggota atau keluarganya yang membaca ratib itu, memang terasa rada aneh. Biasanya yang sering mengamalkan pembacaan ratib itu kalan...

Serial Muharram 3 : Hadits-hadits Palsu

Gambar
Oleh Ustad Ahmad Sarwat, Lc. MA. Pada bagian kedua kita sudah bahas sedikit tentang hadits  shahih tentang puasa sunnah di bulan Ramadhan, pada bagian ketiga ini kita akan bahas juga tentang hadits palsu (maudhu'), yang juga seringkali gentayangan (baca : beredar) di tengah masyarakat. Dicantumkannya hadits palsu disini bukan untuk dijadikan sumber rujukan dalam amal, tetapi untuk diketahui sebagai salah satu ilmu pengetahuan tentang seperti apa contoh wujud dari sebuah hadits palsu. Salah satunya adalah hadits berikut ini : يروى عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الله عز وجل افترض على بين إسرائيل صوم يوم في السنة وهو يوم عاشوراء وهو اليوم العاشر من المحرم فصوموه . Diriwayatkan (konon) dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada Bani Israil untuk berpuasa satu hari dalam setahun, yaitu puasa Asyura, hari kesepuluh dari Bulan Muharram. Maka ...