Postingan

Kurang Sepuluh Detik

Gambar
Kurang Sepuluh Detik Senin, 4 Maret 2013 menjelang magrib di sekitaran Terminal Arjosari Malang. Jalan sekitaran terminal pada jam pulang kerja selalu dipenuhi oleh aneka kendaraan, ada roda dua, mobil, bis antar kota dan pejalan kaki yang naik maupun turun dari bis. Sesaat setelah Isuzu Elf berhenti di tepi Jalan Raden intan tepat di seberang pintu keluar bis antar kota, kami pun berhamburan keluar sambil menguap sebentar-sebentar menahan kantuk. Saya segera bergegas menuju salah satu tempat penitipan sepeda motor. Sebelum masuk ke pintu gerbang selebar dua meter saya melihat sekelompok pekerja sedang mengantri untuk mengambil sepeda motornya sambil mengobrol dengan petugas parkir di sana. Karena petugas parkir bertemu kami dua kali sehari sepanjang weekdays maka walaupun sama-sama tak tahu nama masing-masing kami bisa saling menyapa dan mengobrol apa saja. Tapi sepanjang hari itu sejak kemarin berita kekalahan Barcelona dari Real Madrid adalah head line diskusi di ma...

Tentang Bom Buku & JIL

Gambar
Oleh : Ustad Ahmad Sarwat Lc. MA “Ustadz, punya buku yang judulnya : Mereka Harus Dibunuh, nggak?” Begitu suara di seberang telepon sana. “Ha? Buku apa?”, begitu jawab saya tidak nyambung. “Itu lho buku yang dikirim ke Ulil yang ternyata isinya bom, emang ustadz nggak liat tivi?”.  ”Waduh, boro-boro punya, lha wong dengernya aja baru tumben”, begitu jawab saya. “ Tetapi kenapa emangnya ente tanya buku itu?”, saya tanya lagi. “Begini ustadz, saya mau tanya, apa orang-orang yang sering menginjak-injak agama Islam, lalu mengkampanyekan pluralisme kayak si Ulil itu halal darahnya?”, begitu si penanya bertanya lagi. “Ealah, pertanyaan kok kayak gini. Emang nggak ada pertanyaan yang lain? Tentang wudhu kek, tayammum kek, atau shalat jenazah gitu”. “Bukan apa-apa ustadz, tapi saya juga sering ditanya kayak gitu. Apa halal darahnya si Ulil? Kalau halal, berarti kita boleh kirim bom biar mati?” Astaghfirullah, spontan saya kaget dengan pertanyaan bernada menghuja...

Musafir : Menjamak Sholat Jumat dan Sholat Asar

Gambar
Wed, 09 Jan 2013 10:06 – 184 Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mohon curahan ilmu ustadz, pertanyaan saya sederhana tapi agak mengusik rasa ingin tahu. Bolehkah kita sebagai musafir yang berhak menjamak shalat, menjamak shalat Ashar di hari Jumat, dimana sebagai musafir kita ikut shalat Jumat, lalu setelah shalat Jumat itu kita menarik shalat Ashar di waktu Dzhuhur. Mohon penjelasan, karena nampaknya saya menemukan jawaban yang tidak seragam. Syukran jazila, ustadz. Wassalam Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pada dasarnya para ulama sepakat bahwa seorang musafir tidak diwajibkan untuk mengerjakan shalat Jumat, dan untuk itu dia cukup mengerjakan shalat Dzhuhur saja. Dan para ulama juga sepakat bahwa bila seorang musafir dalam perjalanannya mampir di suatu masjid yang sedang berlangsung shalat Jumat lalu ikut dalam shalat Jumat itu, maka kewajibannya untuk shalat Dzhuhur menjadi gugur. Namun yang menarik adalah pertanyaan...

Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Nonmuslim

Assalamualaikum. Wr. Wb. Pak ustadz saya mau tanya, saya pernah membaca sebuah artikel tentang haramnya hukum mengatakan "Selamat Natal" kepada umat kristiani. Karena dijelaskan di situ bahwa kalau kita mengucapkan itu kita mengakui akan adanya trinitas dan sebagainya, Bagaimana menurut pandangan pak Ustadz ? Terima kasih . Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ucapan selamat natal oleh banyak kalangan memang diharamkan, bahkan sampai ada yang mengirim SMS kepada kami dengan kalimat pembuka: “INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIUN: saya denger dari Elshinta si fulantelah mengucapkan ucapan selamat natal... ” Menurut pengirim SMS itu, ucapan selamat natal itu kontra produktif dengan fatwa MUI tahun 1984. Sikap kami sendiri tentu juga tidak mengucapkan selamat natal kepada para pemeluk agama kristiani. Selain ada fatwa yang mengharamkannya, juga mengucapkannya saat ini jadi akan salah waktu. Sebab Nabi Isa 'alaihissalam tidak lahir pada tangg...

Cerita Camilan

Gambar
Apa yang dianggap berkah bagi sebagian orang mungkin adalah bencana untuk sebagian yang lain. Hal yang mengukir senyum di wajah saya mungkin menyayat hati kamu. Layaknya standar mutu air boiler, di HRSG tekanan rendah kadar silika yang kecil masih bisa diterima tapi di boiler tekanan tinggi kadar silika yang kecil itu harus diganti dengan yang suangattt kuecccillll atau boleh jadi nol. Maka tekanan dan suhu berpengaruh terhadap standar kita sebagaimana pengaruhnya terhadap boiler. Merokok sambil bekerja di bengkel otomotif bisa saja mempererat persahabatan tapi merokok di bengkel anjungan minyak lepas pantai akan berbuah teguran. Menepuk pundak supir taksi di jalan mungkin jadi pertanda akrab, tapi tidak demikian bagi supir mobil jenazah. Dia akan kaget setengah mati bila pundaknya ditepuk dari belakang. Seperti halnya pagi itu di sebuah kelas workshop kimia PLN Litbang Surabaya, saya bertemu dengan beberapa kawan lama sesama pekerja kimia di pembangkit thermal. Hampir sepuluh...