Postingan

Doktorandus Marhali

Gambar
Kalau kamu menyusuri jalan dari Stasiun KA Cilebut ke arah barat maka kamu bisa sampai ke Lanud Atang Sanjaya. Tapi sebelum sampai ke situ akan ada beberapa desa dan perkampungan yang sambung menyambung. Dulu, sebelum pertengahan sembilan puluhan, di sela-sela kampung itu masih banyak ditemukan sawah kebun yang indah menghijau yang kadang juga ditanami albasia yang tinggi-tinggi menjulang. Itulah kampung halamanku, tempatku dilahirkan dan dibesarkan. Yang walau secara administratif termasuk kecamatan Semplak Kabupaten Bogor, tak urung bahasa ibu kami adalah bahasa betawi. Jadi kalau ada penjual keliling sunda memasuki gang kecil dan berucap " Punten " dengan halusnya pada sekelompok ibu-ibu maka pasti dijawab "Iya, Bang". Sebelum memasuki Desa Kencana dari arah Stasiun Cilebut tadi kamu akan menemukan satu kompleks pemakaman yang cukup besar, berbentuk bukit kecil dengan pohon beringin besar di puncaknya. Kami menyebutnya Pasarean, sebutan yang berlaku juga...

Benchmark 2 : Climb to The Future

Tadinya saya berazzam kalau tulisan lalu adalah tulisan serius terakhir saya, ingin rasanya kembali menulis cerita fiksi lagi. Bukan apa-apa, menulis fiksi itu secara mental tidaklah terlalu berat karena tidak perlu memikirkan tersundutnya sebagian orang. Tapi alhamdulillah, belum satupun ada orang keberatan oleh tulisan saya, mudah-mudahan itu artinya kedewasaan kita sudah tumbuh. Andai ada yg tersundut juga, percayalah tulisan ini hanya dibuat dgn niat baik untuk meredakan tekanan di hati saya. Blog ini hanyalah sebuah safety valve, sumber tekanannya masihlah ada dan menyala. Jadi jangan bosan ya! Menanti Buah Kepala Saat saya melihat foto profil BBM Supriadi menampilkan dia di depan alat kimia canggih saya sudah merasa benchmark kali ini akan berbeda. Sayapun bertanya sedikit tentang apa yg dilihat mereka di Paiton IPP. Supri menjawab dgn antusias tentang alat-alat nan canggih di Lab, Dhini menjelaskan betapa melting-nya (percayalah,saya pun tidak faham artinya!) Supervisor...

Benchmark : Back to The Future

Sudah lebih dua tahun sejak saya secara berkelanjutan menulis catatan lepas di Blackberry seperti ini, yang awalnya karena acara benchmark. Saat itu saya ditugaskan benchmark Lingkungan ke PJB Muara Tawar di Bekasi bersama Nia. Pengalaman itu dulu saya tuliskan dalam dua seri tulisan yang saya buat di dalam kamar mess yang saking barunya masih bau cat (dan itu membuat saya mual), di KRL Jakarta Kota-Cilebut dan disempurnakan berkali-kali di Malang. Saya pun masih ingat kesan pertama saya saat masuk ke gerbang unit pembangkitnya : Its smiling !. Dan hebatnya, itulah juga kesan pertama saya saat masuk ke gerbang PJB Gresik kemarin. Rupanya Smiling Powerplant begitu dijiwai oleh rekan-rekan PJB. Kalau dulu kami datang ke sana dalam misi Proper sehingga perhatian saya sangat tersita untuk masalah lingkungan. Kali ini tugas jalan ini khusus mengamati sisi kimia pembangkit, sisi yang saya kurang saya sukai. Meski begitu judul penugasannya, kali ini pun saya justru tidak melihat ke san...